Zakat atas Properti dan Pendapatan Sewa: Panduan Lengkap 2026
Apakah Anda Harus Membayar Zakat atas Properti Sewa? Jawaban Langsung
Zakat TIDAK dikenakan atas properti itu sendiri jika digunakan untuk keperluan pribadi atau dimiliki untuk pendapatan sewa jangka panjang. Namun, Zakat DIKENAKAN atas pendapatan sewa yang Anda terima — setelah pendapatan tersebut berada dalam kepemilikan Anda selama satu tahun Hijriah penuh (Hawl) dan mencapai ambang Nisab. Dengan kata lain, Anda tidak membayar 2,5% dari nilai pasar gedung apartemen Anda. Anda membayar Zakat atas tabungan sewa bersih — uang yang tersisa setelah pengeluaran — ketika uang itu telah berada di tangan Anda selama satu tahun lunar penuh dan melebihi Nisab. Jika Anda memegang properti untuk dijual kembali (sebagai pedagang), aturannya berbeda: Zakat berlaku atas nilai pasar saat ini dari properti tersebut setiap tahun. Panduan ini mencakup setiap skenario secara rinci.
Mengapa Zakat atas Properti Begitu Membingungkan?
Properti adalah salah satu area Zakat yang paling sering disalahpahami karena properti dapat memiliki berbagai tujuan — dan setiap tujuan memiliki ketentuan Zakat yang berbeda. Gedung apartemen yang sama bisa menjadi:
- Tempat tinggal pribadi — Tidak ada Zakat sama sekali. Rumah Anda dikecualikan.
- Properti sewa yang menghasilkan pendapatan bulanan — Tidak ada Zakat atas bangunan itu sendiri. Zakat hanya berlaku atas pendapatan sewa ketika mencapai Nisab dan menyelesaikan satu Hawl.
- Properti yang dimiliki untuk dijual kembali (investasi/perdagangan) — Zakat dikenakan atas nilai pasar penuh saat ini setiap tahun, karena diperlakukan seperti barang dagangan.
- Tanah yang dibeli untuk pengembangan di masa depan — Jika Anda berniat menjualnya pada akhirnya, itu diperlakukan sebagai barang dagangan dan Zakat berlaku atas nilai pasarnya setiap tahun.
Pertanyaan kunci yang diajukan para ulama adalah: "Apa niat Anda terhadap properti ini?" Faktor tunggal itulah yang menentukan aturan Zakat mana yang berlaku.
Bagaimana Cara Menghitung Zakat atas Pendapatan Sewa? Langkah demi Langkah
Berikut adalah metode yang tepat untuk menghitung Zakat atas pendapatan sewa, yang disepakati oleh mayoritas ulama kontemporer termasuk Akademi Fiqih Islam Internasional:
Langkah 1: Tentukan Pendapatan Sewa Tahunan Bersih Anda
Jumlahkan semua pendapatan sewa yang diterima sepanjang tahun, lalu kurangi semua pengeluaran yang terkait langsung dengan menghasilkan pendapatan tersebut:
- Tambahkan: Total sewa yang dikumpulkan dari semua penyewa selama 12 bulan
- Kurangi: Pemeliharaan dan perbaikan properti
- Kurangi: Biaya pengelolaan properti
- Kurangi: Biaya asuransi
- Kurangi: Bunga hipotek (jika ada — para ulama berbeda pendapat tentang pengurangan bunga; banyak yang mengatakan jangan menguranginya)
- Kurangi: Pajak properti atau biaya pemerintah
- Kurangi: Kerugian karena kekosongan (bulan-bulan ketika properti tidak ditempati)
Contoh: Anda mengumpulkan $24,000 sewa tahunan. Total pengeluaran $6,000 (pemeliharaan $2,000, pengelolaan $1,500, asuransi $1,000, pajak $1,500). Pendapatan sewa bersih Anda = $18,000.
Langkah 2: Periksa Apakah Mencapai Ambang Nisab
Nisab adalah ambang kekayaan minimum untuk Zakat. Pada tahun 2026, Nisab dalam emas adalah 85 gram emas murni, dan dalam perak adalah 595 gram perak. Dengan harga emas pada tahun 2026 (sekitar $75–$80 per gram), Nisab kira-kira $6,375–$6,800. Jika pendapatan sewa bersih Anda (digabung dengan aset Zakat lainnya seperti uang tunai, emas, dan saham) mencapai atau melebihi jumlah ini, Zakat wajib dikeluarkan.
Penting: Anda tidak memeriksa Nisab hanya terhadap pendapatan sewa saja. Anda menggabungkannya dengan semua kekayaan Zakat Anda yang lain — uang tunai di rekening bank, emas, perak, saham, dan tabungan lainnya — dan periksa totalnya terhadap Nisab.
Langkah 3: Terapkan Tarif Zakat 2,5%
Setelah total kekayaan Zakat Anda mencapai Nisab dan telah dimiliki selama satu tahun Hijriah, bayarlah 2,5% dari jumlah total tersebut.
Melanjutkan contoh: Pendapatan sewa bersih = $18,000. Tabungan tunai = $5,000. Kepemilikan emas = $3,000. Total kekayaan Zakat = $26,000. Zakat yang harus dibayar = $26,000 × 0.025 = $650.
Langkah 4: Pilih Metode Perhitungan Anda
Ada dua metode yang diterima untuk menghitung Zakat atas pendapatan sewa:
- Metode A — Berbasis Hawl (paling umum): Catat pendapatan sewa Anda sepanjang tahun. Pada tanggal Zakat tahunan Anda, hitung total pendapatan sewa bersih yang telah Anda miliki selama satu tahun Hijriah penuh. Tambahkan ke aset wajib zakat lainnya dan bayarkan 2,5% dari total tersebut.
- Metode B — Pengambilan bulanan (lebih sederhana): Setiap bulan, segera sisihkan 2,5% dari pendapatan sewa bersih Anda untuk Zakat. Ini lebih mudah dilacak dan memastikan Anda tidak tertinggal. Banyak ulama membolehkan metode ini sebagai bentuk pembayaran di muka.
Metode B direkomendasikan bagi kebanyakan orang karena menyebarkan kewajiban Zakat sepanjang tahun dan menghindari pembayaran sekaligus yang besar.
Apakah Zakat Dikenakan pada Properti Itu Sendiri atau Hanya Pendapatannya?
Ini adalah pertanyaan paling umum, dan jawabannya sepenuhnya bergantung pada niat Anda:
Properti yang Dimiliki untuk Disewakan (Investasi Jangka Panjang)
Zakat atas nilai properti: TIDAK. Bangunan, tanah, dan apartemen bukanlah aset wajib zakat karena bukan harta yang "berkembang" dalam pengertian Zakat — mereka adalah aset tetap yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Zakat atas pendapatan sewa: YA. Uang tunai yang Anda terima dari penyewa adalah harta yang berkembang dan wajib dizakati berdasarkan aturan zakat uang/harta.
Properti yang Dimiliki untuk Dijual Kembali (Perdagangan/Spekulasi)
Zakat atas nilai properti: YA. Jika Anda membeli properti dengan niat menjualnya saat harga naik, properti tersebut diperlakukan sebagai barang dagangan (Urud al-Tijarah). Anda harus membayar Zakat atas nilai pasar saat ini setiap tahun pada tanggal Zakat Anda — bukan harga belinya. Jika Anda membeli apartemen seharga $200.000 dan sekarang bernilai $250.000, dasar Zakat Anda adalah $250.000 × 0,025 = $6.250.
Tempat Tinggal Pribadi Anda
Zakat: TIDAK ADA. Baik itu rumah mewah senilai $2 juta atau apartemen kecil, tempat tinggal utama Anda sepenuhnya bebas dari Zakat. Ini berdasarkan konsensus ulama (Ijma). Hal yang sama berlaku untuk perabotan, mobil, pakaian, dan barang-barang pribadi di dalam rumah.
Bagaimana Zakat Bekerja untuk Berbagai Skenario Properti?
Zakat atas Gedung Apartemen Sewa
Anda memiliki gedung dengan 5 apartemen. Masing-masing disewakan seharga $1.000/bulan. Pendapatan kotor tahunan = $60.000. Biaya (perawatan, pengelolaan, pajak) = $15.000. Pendapatan bersih = $45.000. Anda menggabungkan $45.000 ini dengan aset wajib zakat lainnya. Jika totalnya melebihi Nisab, Anda membayar 2,5% dari jumlah gabungan tersebut. Gedung itu sendiri tidak termasuk dalam perhitungan Zakat.
Zakat atas Tanah Kosong yang Akan Dijual
Jika Anda membeli tanah sebagai investasi untuk dijual nanti, tanah tersebut diperlakukan sebagai barang dagangan. Setiap tahun pada tanggal Zakat Anda, nilailah nilai pasar saat ini dari tanah tersebut dan bayarkan 2,5%. Jika tanah dibeli seharga $100.000 dan sekarang bernilai $130.000, Zakat = $130.000 × 0,025 = $3.250. Jika nilai tanah turun menjadi $90.000, Zakat = $90.000 × 0,025 = $2.250.
Zakat atas Properti Sewa yang Dibiayai Hipotek
Jika Anda memiliki properti sewa dengan hipotek yang belum lunas, perhitungan Zakat berfokus pada pendapatan sewa bersih Anda (setelah pembayaran hipotek, jika Anda memilih untuk menguranginya — para ulama berbeda pendapat). Nilai properti itu sendiri tidak wajib dizakati jika dimiliki untuk disewakan. Namun, jika Anda memiliki ekuitas di properti dan sedang melunasi hipotek, beberapa ulama menyarankan untuk memasukkan bagian ekuitas Anda ke dalam dasar Zakat jika properti tersebut dimaksudkan untuk dijual kembali pada akhirnya. Jika ragu, konsultasikan dengan ulama setempat.
Zakat atas Properti Komersial (Toko, Kantor, Gudang)
Aturan yang sama seperti properti sewa residensial berlaku. Jika dimiliki untuk pendapatan sewa, Zakat hanya atas pendapatan bersih. Jika dimiliki untuk dijual kembali, Zakat atas nilai pasar. Properti komersial sering menghasilkan pendapatan sewa yang lebih tinggi, yang berarti kewajiban Zakat bisa signifikan. Catat pendapatan dan pengeluaran Anda dengan cermat.
Kesalahan Umum yang Dilakukan Orang dalam Zakat Properti
Kesalahan 1: Membayar Zakat atas Nilai Properti Penuh Ketika Properti Disewakan
Ini adalah kesalahan paling umum. Orang melihat gedung apartemen mereka senilai $500.000 dan berpikir mereka berutang $12.500 untuk Zakat. Jika gedung tersebut dimiliki untuk pendapatan sewa, Anda hanya berutang Zakat atas tabungan sewa bersih, bukan nilai properti. Membayar atas nilai penuh berarti Anda membayar jauh lebih banyak dari yang diwajibkan — yang merupakan tindakan dermawan tetapi tidak wajib.
Kesalahan 2: Tidak Membayar Zakat atas Penghasilan Sewa Sama Sekali
Beberapa orang beranggapan bahwa karena properti adalah "real estate", Zakat tidak berlaku. Ini tidak benar. Penghasilan sewa adalah kekayaan tunai, dan kekayaan tunai wajib dizakati. Jika Anda telah mengumpulkan uang sewa selama bertahun-tahun tanpa membayar Zakat atas tabungan yang terkumpul, Anda mungkin berutang Zakat untuk tahun-tahun sebelumnya. Hitunglah apa yang seharusnya Anda bayarkan dan lunasi selisihnya.
Kesalahan 3: Lupa Menggabungkan Semua Aset yang Wajib Dizakati
Zakat tidak dihitung untuk setiap jenis aset secara terpisah. Anda harus menggabungkan semua kekayaan yang wajib dizakati — uang tunai, emas, saham, tabungan dari penghasilan sewa, persediaan bisnis — menjadi satu total, periksa apakah mencapai Nisab, dan bayarkan 2,5% dari jumlah gabungan tersebut. Jangan menghitung zakat penghasilan sewa secara terpisah.
Kesalahan 4: Menggunakan Tanggal Mulai Haul yang Salah
Haul (periode satu tahun) Anda dimulai ketika kekayaan Anda pertama kali mencapai Nisab, bukan dari awal tahun kalender. Jika total kekayaan Anda melampaui ambang Nisab pada bulan Ramadan, maka tahun zakat Anda berakhir pada Ramadan berikutnya. Banyak orang menyederhanakan ini dengan memilih tanggal tetap (seperti 1 Ramadan atau 1 Muharram) dan membayar pada tanggal tersebut setiap tahun — ini diperbolehkan oleh sebagian besar ulama.
Apa Kata Empat Mazhab?
Terdapat perbedaan pendapat yang terkenal di antara empat mazhab Sunni (Madzahib) mengenai zakat atas penghasilan sewa:
- Mazhab Hanafi: Paling longgar dalam masalah ini. Ulama Hanafi umumnya mengatakan zakat wajib atas penghasilan sewa hanya jika telah disimpan selama satu tahun penuh DAN mencapai Nisab. Properti itu sendiri tidak pernah dizakati jika bukan untuk perdagangan. Banyak ulama Hanafi kontemporer juga membolehkan pengurangan biaya dari penghasilan sewa sebelum menghitung zakat.
- Mazhab Syafi'i: Mirip dengan Hanafi — Zakat atas penghasilan, bukan properti. Namun, beberapa ulama Syafi'i lebih ketat tentang persyaratan Haul dan mengatakan setiap pembayaran sewa harus secara individual menyelesaikan satu tahun.
- Mazhab Maliki: Ulama Maliki umumnya setuju bahwa zakat dikenakan pada penghasilan bersih. Mereka juga memiliki aturan rinci tentang kapan penghasilan dianggap "bercampur" dengan kekayaan yang sudah ada untuk keperluan Haul.
- Mazhab Hanbali: Ulama Hanbali setuju bahwa penghasilan sewa wajib dizakati. Beberapa ulama Hanbali merekomendasikan metode pengeluaran bulanan (menyisihkan 2,5% dari setiap pembayaran sewa) untuk menghindari kerumitan dengan Haul.
Pendapat mayoritas kontemporer — yang didukung oleh Akademi Fiqih Islam Internasional (OKI) dan sebagian besar dewan zakat modern — adalah: Zakat wajib atas penghasilan sewa bersih ketika digabungkan dengan kekayaan lain dan memenuhi Nisab selama satu Haul. Properti itu sendiri dikecualikan jika dimiliki untuk disewakan.
Cara Melacak Penghasilan Sewa Anda untuk Zakat: Tips Praktis
Perhitungan zakat yang akurat memerlukan catatan yang baik. Berikut adalah sistem praktis:
- Buka rekening bank terpisah untuk penghasilan sewa. Ini membuat pelacakan jauh lebih mudah daripada mencampurnya dengan dana pribadi.
- Catat setiap pengeluaran yang terkait dengan properti: perbaikan, biaya pengelolaan, asuransi, pajak. Simpan kuitansi.
- Tetapkan tanggal zakat tetap — banyak orang memilih 1 Ramadan atau tanggal pertama kali mereka mencapai Nisab. Tandai di kalender Anda.
- Gunakan spreadsheet untuk melacak penghasilan bersih bulanan. Pada akhir tahun zakat Anda, jumlahkan totalnya.
- Gabungkan dengan aset lain pada tanggal zakat Anda: tambahkan uang tunai, emas, saham, dan kekayaan wajib zakat lainnya ke total tabungan sewa Anda.
- Gunakan Kalkulator Zakat kami untuk menghitung total kewajiban zakat Anda dengan cepat setelah Anda memiliki angka-angkanya.
Zakat atas Properti vs. Investasi Lain: Perbandingan
Memahami bagaimana zakat properti dibandingkan dengan investasi lain membantu Anda merencanakan strategi zakat secara keseluruhan:
- Tabungan tunai: 2,5% dari jumlah penuh setelah satu Haul. Bentuk Zakat paling sederhana.
- Emas dan perak: 2,5% dari nilai pasar jika Anda memiliki 85g+ emas atau 595g+ perak. Gunakan Kalkulator Emas kami untuk memeriksa nilai terkini.
- Saham dan efek: 2,5% dari nilai pasar saham yang dimiliki untuk perdagangan, atau dari pendapatan/dividen jika dimiliki untuk investasi jangka panjang. Baca panduan Zakat saham kami.
- Mata uang kripto: 2,5% dari nilai pasar, diperlakukan seperti uang tunai/barang dagangan. Baca panduan Zakat kripto kami.
- Properti sewaan: 2,5% dari pendapatan sewa bersih (bukan nilai properti) saat digabungkan dengan kekayaan lain dan memenuhi Nisab.
- Properti untuk dijual kembali: 2,5% dari nilai pasar saat ini setiap tahun — sama seperti barang dagangan.
Bisakah Anda Mengurangi Biaya dari Pendapatan Sewa Sebelum Menghitung Zakat?
Ya, mayoritas ulama memperbolehkan pengurangan biaya langsung dari pendapatan sewa sebelum menghitung Zakat. Ini termasuk pemeliharaan, biaya pengelolaan, asuransi, pajak properti, dan kerugian akibat kekosongan. Yang tidak dapat Anda kurangi adalah biaya hidup pribadi, pembayaran utang (selain biaya terkait properti), atau uang yang Anda belanjakan untuk diri sendiri dan keluarga.
Logikanya sederhana: Zakat dikenakan pada kekayaan bersih, bukan pendapatan kotor. Jika Anda mengumpulkan $30.000 dari sewa tetapi menghabiskan $10.000 untuk menjaga properti tetap berfungsi, jumlah yang wajib dizakati dari sumber ini adalah $20.000 — bukan $30.000.
Bagaimana Jika Anda Tidak Mampu Membayar Zakat atas Pendapatan Sewa?
Zakat hanya wajib jika kekayaan Anda mencapai Nisab. Jika pendapatan sewa Anda sepenuhnya habis untuk biaya hidup dan Anda tidak memiliki tabungan yang terakumulasi, Anda mungkin tidak berutang Zakat sama sekali. Zakat adalah hak orang miskin dalam kekayaan Anda — jika tidak ada kelebihan kekayaan di luar kebutuhan Anda, tidak ada kewajiban Zakat. Namun, jika Anda memiliki tabungan dari pendapatan sewa yang telah mengendap selama setahun, Zakat tetap wajib dibayarkan terlepas dari situasi keuangan Anda saat ini.
Alat dan Sumber Daya Terkait
Permudah perhitungan Zakat Anda dengan alat gratis ini:
- Kalkulator Zakat — Hitung total Zakat Anda atas semua jenis kekayaan termasuk pendapatan sewa.
- Kalkulator Emas — Periksa harga emas terkini untuk menentukan ambang Nisab Anda.
- Konverter Tanggal Hijriah — Lacak tahun Hijriah Anda untuk perhitungan Haul yang akurat.
- Kalkulator Waris Islam — Rencanakan harta warisan Anda sesuai hukum Islam.
- Panduan Lengkap Zakat Emas — Pahami bagaimana kepemilikan emas memengaruhi Zakat Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah Saya Membayar Zakat atas Rumah Saya Jika Saya Menyewakan Satu Kamar?
Tempat tinggal utama Anda selalu dikecualikan dari Zakat, terlepas dari apakah Anda menyewakan satu kamar. Namun, pendapatan sewa yang Anda terima dikenakan Zakat seperti pendapatan tunai lainnya — jika memenuhi Nisab dan menyelesaikan satu Haul saat digabungkan dengan kekayaan Anda yang lain. Rumah itu sendiri tetap dikecualikan.
Apakah Zakat Wajib atas Pendapatan Sewa yang Segera Saya Belanjakan?
Jika Anda menerima uang sewa dan segera membelanjakannya untuk tagihan, makanan, atau pengeluaran lain — dan tidak ada yang tersisa pada akhir bulan — maka tidak ada kekayaan terakumulasi yang harus dizakati. Zakat dikenakan pada tabungan, bukan pendapatan yang sepenuhnya dikonsumsi. Namun, jika Anda secara konsisten menyisihkan sebagian dari pendapatan sewa Anda, tabungan itu wajib dizakati setelah satu Haul.
Bagaimana Cara Menghitung Zakat atas Beberapa Properti Sewa?
Gabungkan pendapatan bersih dari semua properti sewa menjadi satu total. Tambahkan ini ke aset wajib zakat Anda yang lain (tunai, emas, saham). Periksa total gabungan terhadap Nisab. Jika memenuhi ambang batas, bayarkan 2,5% dari seluruh jumlah tersebut. Anda tidak menghitung Zakat secara terpisah untuk setiap properti.
Apakah Saya Membayar Zakat atas Ekuitas di Properti yang Dibiayai Hipotek?
Jika properti dimiliki untuk pendapatan sewa, sebagian besar ulama mengatakan tidak — Anda membayar zakat hanya atas pendapatan sewa bersih, bukan atas ekuitas Anda di properti. Jika properti dimiliki untuk dijual kembali, maka ya, zakat berlaku atas nilai pasar penuh (atau bagian ekuitas Anda, tergantung ulama yang Anda ikuti). Ini adalah area di mana pendapat ulama berbeda-beda, jadi konsultasikan dengan ulama lokal terpercaya untuk situasi spesifik Anda.
Bagaimana Jika Saya Membeli Properti sebagai Investasi Jangka Panjang tetapi Mungkin Menjualnya Nanti?
Perlakuan zakat Anda bergantung pada niat saat ini. Jika saat ini Anda memegangnya untuk pendapatan sewa, itu diperlakukan sebagai properti sewaan (zakat hanya atas pendapatan). Jika Anda mengubah niat untuk menjual, itu menjadi barang dagangan (zakat atas nilai pasar). Jika Anda benar-benar ragu, sebagian besar ulama merekomendasikan memperlakukannya sebagai properti sewaan (posisi yang lebih ringan) sampai Anda membuat keputusan tegas untuk menjual.
Bisakah Saya Mengurangi Pembayaran Hipotek dari Pendapatan Sewa untuk Zakat?
Para ulama berbeda pendapat tentang ini. Sebagian mengizinkan pengurangan pembayaran hipotek penuh (pokok + bunga) sebagai biaya terkait properti. Yang lain mengatakan hanya mengurangi porsi bunga, atau hanya mengurangi biaya yang langsung terkait dengan pemeliharaan properti (bukan pembayaran utang). Pendekatan paling aman adalah berkonsultasi dengan ulama yang memahami keuangan Islam dan struktur hipotek lokal Anda. Jika ragu, jangan kurangi pembayaran hipotek — ini menghasilkan pembayaran zakat sedikit lebih banyak, yang merupakan pendekatan lebih hati-hati.
Apakah Zakat atas Properti Komersial Berbeda dengan Properti Hunian?
Aturan zakat sama terlepas dari jenis properti. Jika dimiliki untuk disewakan, zakat atas pendapatan bersih. Jika dimiliki untuk dijual kembali, zakat atas nilai pasar. Satu-satunya perbedaan bersifat praktis: properti komersial seringkali memiliki pendapatan sewa lebih tinggi, struktur biaya berbeda (biaya CAM, periode kosong lebih lama), dan dinamika pasar berbeda. Terapkan prinsip yang sama tetapi sesuaikan angkanya.
Apa yang Terjadi Jika Saya Tidak Membayar Zakat atas Pendapatan Sewa di Tahun-Tahun Sebelumnya?
Jika Anda diwajibkan membayar zakat atas pendapatan sewa di tahun-tahun sebelumnya tetapi tidak melakukannya, Anda harus mengganti pembayaran yang terlewat. Hitung apa yang seharusnya Anda bayarkan setiap tahun (pendapatan sewa bersih × 2,5%, atau digabung dengan aset lain) dan bayarkan totalnya secepat mungkin. Ini adalah utang kepada orang miskin dan harus dipenuhi. Jika Anda benar-benar tidak mengetahui hukumnya, Allah tidak membebani jiwa di luar kemampuannya — tetapi sekarang setelah Anda tahu, gantilah pembayaran tersebut.
Haruskah Saya Membayar Zakat atas Pendapatan Sewa Bulanan atau Tahunan?
Kedua metode diperbolehkan. Pembayaran bulanan (menyisihkan 2,5% dari setiap pembayaran sewa) lebih sederhana dan menyebarkan beban. Pembayaran tahunan (menghitung total pendapatan bersih di akhir haul Anda) lebih tepat. Banyak ulama merekomendasikan pembayaran bulanan bagi orang dengan pendapatan sewa tetap karena lebih mudah dikelola dan memastikan Anda tidak lupa. Jumlah total yang dibayarkan harus sama dengan cara apa pun.
Apakah Zakat Berlaku untuk Pendapatan Sewa Airbnb atau Jangka Pendek?
Ya. Pendapatan sewa jangka pendek (Airbnb, apartemen berperabot, sewa liburan) diperlakukan sama seperti pendapatan sewa jangka panjang untuk tujuan zakat. Pendapatan bersih — setelah dikurangi biaya platform, biaya kebersihan, biaya perabotan, dan biaya langsung lainnya — dikenakan zakat ketika mencapai nisab dan menyelesaikan haul. Properti itu sendiri tetap dikecualikan jika dimiliki untuk tujuan sewa.
Bagaimana Zakat atas Properti Berbeda dengan Aturan Waris Islam?
Zakat dan waris adalah kewajiban Islam yang sangat berbeda. Zakat adalah pajak kekayaan tahunan sebesar 2,5% atas kekayaan surplus, dibayarkan selama hidup Anda. Waris (Faraid) adalah pembagian harta Anda setelah kematian, dengan bagian tetap untuk ahli waris yang ditentukan dalam Al-Qur'an. Properti yang Anda miliki dikenakan zakat selama hidup Anda (atas pendapatan atau nilai, tergantung niat) dan dibagikan sesuai aturan waris setelah kematian Anda. Baca panduan waris lengkap kami untuk memahami bagaimana properti dibagi di antara ahli waris.